Selasa, 06 September 2011

Manfaat Urine Kelinci




Pada dekade terakhir ini banyak petani mengeluh tentang tingginya harga sarana produksi terutama pupuk kimia, banyak petani yang tidak mampu lagi untuk membeli pupuk kimia, sehingga produksi hasil usaha taninya rendah.
Sebagai alternatif untuk mengatasi masalah tersebut petani memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. Kedua jenis pupuk itu adalah limbah organik yang telah mengalami penghacuran sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Namun limbah organik seperti sisa-sisa tanaman dan limbah ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanah, harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Limbah cair urien kelinci sementara ini banyak tidak digunakan oleh para peternak kelinci, padahal urine (kencing ) kelinci yang sudah diolah menjadi pupuk organik cair, tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan mengembalikan kesuburan lahan, tetapi dapat juga untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan usahatani. Bahkan bila hasilnya dalam jumlah banyak, tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, akan tetapi dapat juga dijual untuk menambah pendapatan.
Berikut ini kami sajikan bagaimana mengolah limbah cair dari air kencing atau urien kelinci yang dapat dibuat untuk bahan baku pupuk organik yaitu sebagai pupuk organik cair.

BAHAN DAN ALAT

A. Bahan :

1. Urin Kelinci : 100 liter
2. Laos / Lengkuas : 5 kg
3. Temu ireng : 5 kg
4. Jahe : 5 kg
5. Kencur : 5 kg
6. Kunyit : 5 kg
7. Daun Sambiloto/Mimbo : 5 kg
8. EM4 : 200 – 400 cc
9. Mikroba Probiotik : 300 cc
10. Limbah ikan keringTerasi : 2 kg
11. Tetes tebu : 2 liter

B. Alat :

1. Pisau
2. Alu dan Lumpang
3. Penggiling daging
4. Drum Plastik

CARA MEMBUATNYA

1. Semua empon-empon diiris-iris pakai pisau kemudian ditumbuk bersamaan dengan daun sambiloto / mimbo..
2. Sesudah ditumbuk kemudian digiling
3. Masukan urin kelinci dalam drum yang sudah disiapkan.
4. Masukan semua empon-empon, tetes, EM4, limbah ikan/terasi dan mikroba probiotik (Azotobacter). Aduk sampai rata kira-kira ½ jam.
5. Tutup drum dan diamkan. Letakan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung.
6. Setiap hari aduk dua kali dan tutup kembali.
7. Dalam waktu sekitar 1 bulan, campuran air kencing kelinci sudah jadi dan dapat digunakan untuk pupuk organik cair.

CARA PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI PLUS

250 ml pupuk organik cair urien kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih, dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman.

Selain dapat memperbaiki struktur tanah, pupuk organik cair urin kelinci Plus bermanfaat juga untuk pertumbuhan tanaman, herbisida pra tumbuh dan sekaligus dapat mengendalikan serangan hama penyakit. Mengusir hama tikus, walang sangit dan serangga kecil pengganggu lainnya.

Cara Membuat EM4

Saat ini untuk mempercepat proses pembuatan pupuk baik padat maupun cair sering digunakan starter yang biasa kita sebut dengan istilah EM-4 (efective microorganisme). Banyak cara untuk membuat Effective Microorganism atau "mikroba efektif" tersebut. EM-4 merupakan Penemuan yang sangat berharga untuk pertanian, awalnya adalah orang Jepang, bernama Teruo Higa pada tahun 1970 dan kini mulai banyak diterapkan oleh para petani modern. Karena saat ini terbukti pupuk kimia sintesis sangat berdampak buruk untuk lingkungan khususnya untuk kesuburan tanah itu sendiri dan untuk kesehatan manusia yang mengkonsumsi makanan dan pupuk organik/alami ternyata sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi yang mengkonsumsi makanan hasil pertanian dengan mengunakan pupuk organik.
Berikut langkah-langkah membuat EM-4

Bahan-bahan :

• Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
• Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
• Bekatul, secukupnya
• Gula merah, sedikit saja
• Air beras, secukupnya
Cara membuat:
1. Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan di dalam sebuah tempat khusus misalnya ember atau penampung yang lain dan tutup.
2. Sampah yang telah dicampur pada proses no 1 diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
3. Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
4. Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
5. Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4 DAN SIAP DIGUNAKAN

Kompos

Seperti kita ketahui bahwa dalam bercocok tanam perlu adanya pemupukan. Pupuk itu sendiri ada dua jenis, yaitu pupuk alam dan bubuk buatan. Pupuk alam disebut juga pupuk organik, di mana bahan-bahannya diperoleh dari tumbuh-tumbuhan yang sudah dianggap sebagai sampah. Sementara pupuk buatan disebut juga pupuk anorganik, di mana bahan-bahannya diperoleh dengan cara proses kimiawi dan diproduksi oleh perusahaan-perusahaan/industri dalam skala besar.


Ada perbedaan fungsi antara pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik lebih berfungsi terhadap perbaikan sifat-sifat tanah. Sementara pupuk anorganik lebih berfungsi terahadap usaha untuk memperkaya unsur hara di dalam tanah. Artikel ini akan berfokus pada pembahasan proses pembuatan pupuk organik atau kompos saja sesuai dengan judul di atas.

Tujuan Pemupukan Dengan Kompos

Sudah dibahas sekilas di atas bahwa pupuk organik/kompos berfungsi untuk memperbaiki sifat-sifat atau struktur tanah. Pemberian kompos pada tanah berpasir akan menyebabkan bersatunya butiran-butiran pasir, sehingga tanah menjadi gembur dan sangat baik untuk media tanaman. Dan apabila kompos diberikan pada tanah lempung, maka akan dapat merenggangkan ikatan butiran-butiran penyusun tanah, sehingga susunan tanah menjadi tidak padat lagi (menjadi gembur) dan sangat baik untuk ditanami.

Selain itu, tanah yang diberikan kompos akan memiliki kemampuan daya serap terhadap air lebih baik. Dampak dari ini, maka kehilangan air pada musim kemarau dapat diperkecil karena kompos telah mengikat air cukup baik pada saat musim hujan.

Cara Pembuatan Kompos

Ada banyak tekhnik pembuatan kompos. Di sini akan dibahas salah satunya. Tetapi prinsipnya sama saja, yaitu membuat bahan organik yang sudah dianggap sampah diproses sedemikian rupa sehingga cocok dijadikan media untuk menggemburkan tanah dan menyuburkan tanaman.

Ada dua hal yang harus dipersiapkan dalam pembuatan kompos. Yang pertama adalah lahan/tempat untuk melakukan pemrosesan. Yang kedua adalah bahan-bahan atau material untuk dijadikan kompos itu sendiri. Untuk tempat mutlak harus ada. Sementara untuk bahan pasti sudah tersedia di mana pun kita berada. Karena bahannya bisa diperoleh dari sampah-sampah organik yang cukup berlimpah di sekitar kita.

Pertama, siapkan dua bidang tanah berukuran masing-masing 4 x 2 meter persegi. Beri alas dengan lapisan tanah setebal 20 cm. Pagari pinggirannya dengan batu bata merah agar kompos nantinya tidak tumpah ruah ( jadi semacam bak ).

Kemudian siapkan bahan-bahan komposnya, yaitu sampah-sampah dari tumbuhan. Bisa sisa sayuran, jerami, daun-daunan, atau sampah pasar. Cacah pendek-pendek, sekitar 5-7 cm agar potongannya seragam . masukkan ke bak batu-bata yang sudah disiapkan. Tumpukan sampah ini cukup 1,5 meter saja tingginya. Jangan kurang dan juga jangan lebih. Tujuannya untuk menjaga kesetabilan suhu di dalam tumpukan sampah itu. Bila terlalu tinggi, suhu di dasar akan sangat panas. Sebaliknya, jika terlalu rendah, panas di dalam tumpukan sampah itu akan cepat menghilang, sehingga proses pemasakan kompos akan memakan waktu cukup lama.

Tumpukan sampah itu jangan terlalu dipadatkan. Bagian atasnya usahakan cembug di tengah, dengan tujuan bila turun hujan tidak sampai tergenang air. Tetapi apabila tidak ada hujan harus dijaga kelembabannya dengan cara menyiramnya dengan air, agar matangnya kompos bisa serempak.

Setelah enam hari kompos harus dibalikkan. Caranya, pindahkan tumpukan kompos tersebut ke tempat yang sudah disediakan di sebelahnya. Dengan cara demikian, maka tumpukan yang tadinya di atas akan berada di bawah. Dan sebaliknya. Lakukan hal ini sebanyak empat kali setiap enam hari sekali.

Ciri-Ciri Kompos Yang Sudah Jadi

Ciri-ciri kompos yang sudah jadi yaitu bentuk, bau dan warnanya sudah mirip denga tanah, hitam kecoklatan. Bila diremas terasa rapuh. Suhunya sekitar 350 celcius. Bila sudah memenuhi ciri-ciri seperti itu, berarti kompos yang kita buat telah jadi. Tumpukan kompos siap untuk dibongkar.

Tetapi sebelum dipakai, kompos harus diangin-anginkan terlebih dahulu untuk menurunkan kadar airnya hingga tinggal 15%. Caranya, hamparkan di lantai atau karung alas yang lebar. Kemudian dibolak-balik seperti menjemur padi. Bila sudah selesai, maka kompos siap untuk dikemas atau dipakai untuk dijadikan sebagai media tanam

Manpaat Kotoran Kelinci

Kotoran kelinci berfungsi sebagai pemercepat proses pembuatan pupuk cair organik. Demikian disampaikan Rohaji kepada para peserta “Pelatihan Pupuk Kotoran Kelinci” di Kampoeng Organik 2004, Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta tanggal 25 September 2004.
Berikut ini langkah-langkah pembuatan pupuk cair dengan bantuan kotoran kelinci:
Siapkan wadah dengan kedalaman 10 cm. Masukkan serbuk gergaji (serbuk pohon kelapa) secukupnya ke dalam wadah. Lalu kelinci dimasukkan ke dalam wadah itu. Supaya kelinci tidak keluar wadah itu diletakkan di tempat yang tinggi. Kotoran dan kencing kelinci akan langsung bercampur dengan serbuk gergaji.
Biasanya setelah 3-4 hari, jika tumbuh jamur di serbuk gergaji, berarti serbuk gergaji sudah jenuh dengan kotoran. Jamur yang tumbuh itu untuk makanan bakteri.
Selanjutnya, serbuk gergaji dipindahkan ke ember dan masukkan air panas sampai seluruh serbuk gergaji terendam. Biarkan campuran basah itu selama dua malam.
Setelah itu bahan serbuk gergaji disaring. Cairan hasil saringan agar terfermentasi diaduk-aduk agar semua bagian mendapatkan udara (teraerasi). Jika timbul bintik-bintik putih (jamur), air hasil saringan harus diaduk lagi.
Munculnya bintik-bintik putih menjadi petanda senyawa organik dalam cairan belum terurai. Ulangi lagi pengadukan sampai bintik putih menghilang selama kurang lebih 21 hari.
Setelah stabil, cairan itu menjadi pupuk cair organik yang bisa bertahan lama karena mengandung bakteri yang mempunyai sistem pertahanan diri.
Pupuk cair bisa disemprotkan pada daun untuk mempercepat proses asimilasi daun atau disemprotkan pada tanah. Komposisi penggunaannya yaitu empat mililiter pupuk cair dicampur dengan satu liter air.
Ampas sisa penyaringan dapat digunakan sebagai media hidup cacing tanah. Setelah ampas itu akan dimakan cacing, hasilnya adalah kascing (kotoran cacing) yang berupa tanah. Tanah kotoran cacing itu bisa dimanfaatkan sebagai media pembibitan dalam wadah gelas bekas air dalam kemasan atau wadah lainnya.